Berbagi Kasih Melalui Buku

anak2 SD ob anggen papua

anak2 SD ob anggen papua

Ketika ibu-ibu yang tergabung dalam March 2015 Birth Club merencanakan perayaan ulang tahun buah hatinya yang pertama, muncul niatan lebih untuk berbagi kebahagiaan kami dengan anak-anak lainnya. Berbagai ide bakti sosial dibahas, hingga akhirnya muncul usulan untuk menggalang dana dan mengumpulkan buku bacaan anak lalu dikirimkan kepada anak-anak sekolah dasar di pedalaman Papua.

Mengapa harus begitu jauh? Apakah ada orang yang bisa kita percaya untuk menerima dan membagikan sumbangannya dengan baik? Muncul juga pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Tapi, mengapa tidak? Justru lokasi-lokasi yang jauh dan terpencil itulah yang lebih jarang mendapat perhatian dan akses terhadap buku-buku bacaan yang berkualitas.

Flyer baksos untuk Ob Anggen School

Flyer baksos untuk Ob Anggen School

Kebetulan salah seorang anggota March 2015 Birth Club memiliki kenalan teman kuliah dulu yang sekarang bekerja sebagai guru kelas empat di sebuah sekolah dasar di dataran tinggi Papua. Melalui temannya yang dipanggil Kak Putri itulah diterima kabar mengenai kondisi koleksi perpustakaan sekolah yang belum pernah diperbarui dengan buku-buku baru sejak sekolah itu pertama didirikan beberapa belas tahun silam. Murid-murid di sana banyak yang tinggal jauh di pelosok dan harus berjalan beberapa jam setiap harinya menuju sekolah. Namun dikabarkan pula bahwa minat belajar dan membaca mereka tinggi, sehingga kiriman buku bacaan anak akan sangat dinantikan oleh anak-anak dan juga guru-gurunya.

Surat pendek dari adik-adik March Birth Club untuk kakak-kakak Ob Anggen

Surat pendek dari adik-adik March Birth Club untuk kakak-kakak Ob Anggen

Setelah mendapat jaminan pribadi dari Kak Putri bahwa buku bantuan yang dikirimkan nanti akan disalurkan dengan baik kepada tiga cabang sekolahnya di dataran tinggi Papua, maka proses penggalangan dana dan pengumpulan buku bacaan anak pun dimulai di Jabodetabek dan Jawa Timur.

Selain mempersiapkan acara ulang tahun para bocah, ibu-ibunya juga sibuk menyebarkan proposal penggalangan dana kepada calon-calon donatur. Proses penggalangan dana berlangsung kurang lebih selama tiga bulan, dan berhasil mengumpulkan sejumlah uang tunai beserta buku-buku sumbangan. Uang tunai tersebut kemudian dibelanjakan sebagian untuk buku bacaan anak, dan sisanya untuk biaya pengiriman melalui jalur laut dari Jakarta ke Jayapura, lalu jalur udara dari Jayapura ke Wamena.

Sesuai pesanan dari pihak sekolah, kami usahakan untuk mencarikan buku-buku bacaan dengan konteks masyarakat Papua. Namun setelah mengontak beberapa teman Papua dan LSM-LSM yang bergerak di Papua, ternyata tidak banyak buku yang memenuhi kriteria tersebut. Pada akhirnya buku-buku yang dibelikan menggunakan uang sumbangan mayoritas berupa buku cerita rakyat Indonesia (diantaranya ada yang tentang Papua), novel remaja Indonesia, serta komik ensiklopedia.

Perjalanan buku-buku tersebut menuju SD Ob Anggen di Bokondini, Papua tidaklah tanpa hambatan. Setelah dua minggu menempuh jalur laut dan udara, akhirnya pihak cargo mengabari kami di Jakarta bahwa buku-buku tersebut telah tiba di Wamena. Dikarenakan sinyal HP yang sulit menembus pedalaman Papua, nomor telepon penerima buku sulit dihubungi. Akhirnya kami berhasil mengontak Kak Putri via whatsapp, dan pihak sekolah mengabari bahwa mereka akan menjemput barang-barang tersebut dari gudang cargo bandara di Wamena dalam beberapa hari mendatang, ketika ada jadwal untuk turun ke kota. Dikarenakan jarak antara Wamena dan Bokondini yang cukup jauh, memang tidak bisa setiap saat pihak sekolah datang ke Wamena.

Selang beberapa hari kemudian, pihak cargo kembali mengontak kami di Jakarta menanyakan apakah buku-buku tersebut sudah diambil dari gudang cargo bandara karena dikhawatirkan kondisi lingkungan sekitar di Wamena yang tidak aman, sehingga disarankan agar barang segera dijemput. Kebetulan keesokan harinya Kak Putri dan kawan-kawan dari SD Ob Anggen dijadwalkan ke Wamena sehinggga buku-buku tersebut bisa diambil.

Betapa kagetnya ketika keesokan harinya Kak Putri menelepon ke Jakarta mengabari bahwa buku-buku kiriman kami tidak ada di gudang cargo bandara Wamena. Setelah meminta dikirimkan salinan data dan dokumen pengiriman yang lengkap dari Jakarta, pihak sekolah berencana kembali ke gudang cargo keesokan harinya. Sementara itu, ibu-ibu March 2015 Birth Club berdoa keras dari Jakarta agar buku-buku yang telah dikumpulkan dengan sepenuh hati masih bisa ditemukan.

Buku, DVD dan CD musik Tunas Integritas sumbangan dari KPK

Keesokannya, Kak Putri mengirimkan kabar lagi dari Wamena. Buku-bukunya berhasil ditemukan! Kegalauan ibu-ibu di Jakarta berganti menjadi rasa suka cita. Mungkin sama juga yang dirasakan oleh teman-teman kami di Papua. Tiga kardus kiriman kami dari Jakarta sampai di tangan penerimanya tanpa kurang suatu apapun. Syukurlah.

IMG_20160501_234005

Beberapa hari kemudian, kami dikabari bahwa murid-murid SD Ob Anggen di Bokondini telah mulai membaca buku-buku yang tiba di sekolahnya. Foto-foto mereka yang dikirimkan Kak Putri via whatsapp tampak sumringah sambil memegang buku bacaan masing-masing.

Gokiiiiillll… Makasih ya buku-bukunya, The Urban Mama! Asli, gurunya aja seneng apalagi anak-anaknya. Langsung gue suruh anak-anak baca Roald Dahl dan novel di kelas Bahasa anak kelas 7. Mereka seneeeeeng bangeeeet!” tulis Kak Putri via whatsapp.

Para guru sekolah pun dikabarkan sangat senang kedatangan buku-buku bacaan yang baru. “Guru yang bantu megang perpustakaan kita sampai bilang: ‘This is like a dream come true. We never had books like these before. Your friend seems to really know what she is doing. Thank you to your friend. God bless her!

IMG_20160501_234039

Beberapa minggu kemudian kami mengontak Kak Putri untuk menanyakan respon anak-anak terhadap buku-buku yang telah mereka baca. Kami mendapat info bahwa ternyata buku-buku yang mendapat animo paling tinggi adalah novel remaja untuk anak kelas atas dan buku cerita bergambar untuk anak kelas bawah. Komik ensiklopedi yang disangka akan lebih efektif membantu pembelajaran anak-anak dikarenakan banyak gambarnya, justru kurang diminati. Penyebabnya adalah buku-buku komik tersebut diterjemahkan dari Bahasa Korea ke dalam bahasa gaul Jakarta (menggunakan kata-kata seperti ‘kepengin’, ‘nggak’, ‘gitu deh’, ‘aja’) dan bukan Bahasa Indonesia baku yang biasa digunakan sehari-hari di Papua.

Namun kabar yang paling membuat bahagia adalah testimoni berikut dari Kak Putri. “Tapi ada victory story dari buku-buku yang TUM kasih ini. Asli, baru kali ini gue lihat anak-anak seneng banget baca. Mereka dari satu buku habis minta buku lagi dan lagi.”

Kak Putri dan murid-murid kelas 4 SD Ob Anggen Bokondini

“Dan kita cek komprehensinya juga, jangan sampai hanya baca tapi skip semua. Kayak gue minta tuliskan 5 kejadian yang paling menarik dari dalam buku dan kasih kamu pembelajaran. Ada satu anak yang cukup slow learner di kelas dan dia baca cukup lama dibanding teman-temannya yang lain. Tapi pas gue baca pembelajaran yang dia dapat, duh gue terharuuu. Anak itu bener-bener baca bukunya dan pembelajaran yang dia tulis cukup dalam dan nggak asal jeplak.”

Tulisan Daniel tentang pemahamannya mengenai bacaannya

Tulisan Daniel tentang pemahamannya mengenai bacaannya

“Di akhir semester nanti gue pengen minta mereka (murid-murid) rangkai pembelajaran-pembelajaran dari buku yang mereka baca untuk jadi sebuah tulisan. Jadi beneran tengkyuuu tengkyuuu bangeeeeet! Kita baru lihat sendiri efeknya ketika anak baca buku-buku yang tepat dan menarik untuk mereka, animonya gila banget!”

Respon Marlin, anak kelas 4, terhadap buku bacaannya (1)

Respon Marlin, anak kelas 4, terhadap buku bacaannya (1)

Respon Marlin, anak kelas 4, terhadap buku bacaannya (2)

Respon Marlin, anak kelas 4, terhadap buku bacaannya (2)

Kabar yang datang dari sebuah sekolah terpencil di pedalaman Papua berhasil menyentuh hati belasan ibu-ibu yang berjarak ribuan kilometer jauhnya di bagian barat Indonesia. Perayaan ulang tahun pertama anak-anak March 2015 Birth Club terasa lebih bermakna dengan adanya kegiatan berbagi kasih melalui buku kepada kakak-kakak yang belum pernah kami temui sebelumnya. Semoga suatu hari nanti kesempatan itu akan ada.

Terimakasih kami ucapkan kepada semua donatur, baik institusi maupun individu yang mendukung kegiatan kami, dan tentunya kepada Kak Putri yang menjadi penyambung lidah antara kami di Jakarta dan murid-murid SD Ob Anggen di Papua. Semoga buku-buku tersebut bisa bermanfaat untuk semua.

 

Apakah kamu berminat untuk menyumbangkan buku-buku juga ke teman-teman cilik di Ob Anggen School Papua? Tinggalkan komentar di bawah ini supaya bisa kita atur pengumpulan dan pengiriman buku tahap berikutnya! 🙂

Advertisements

Tim Sukses di Balik Ultah March+ 2013 Birth Club

13219749_10154868210398047_569083854_nAcara ulang tahun ketiga bocah-bocah March+ 2013 Birth Club telah dilangsungkan di rumah mama Melati di Bogor pada hari Sabtu, 23 April 2016. Kurang lebih 30an keluarga yang hadir pada hari H—sebagian besar berdomisili di Jabodetabek, namun ada juga yang datang jauh-jauh dari Bandung, bahkan Kalimantan! Keseruan hari itu berhasil melepas kangen para ibu-ibu yang selama ini intens berkomuniksi via whatsapp setiap harinya.

13250514_10154868211813047_559754160_nTentunya kesuksesan acara tidak terlepas dari para sponsor yang mendukung berbagai aspek ulang tahun dari persiapan acara, dekorasi, dokumentasi, mengisi aktivitas/games acara, konsumsi, doorprize, hingga goodie bag. Berikut adalah ulasan singkat mengenai pihak-pihak yang berada di balik acara ultah ketiga March+ 2013 Birth Club.

Event/Games

Dekorasi didukung oleh @forgetmenotdiy yang mengirimkan puluhan pompom dan honeycomb warna-warni untuk menghias pepohonan di lokasi acara.

Wooden sign custom made dari @bogorwoodcraft juga menjadi properti foto yang penting sekaligus hiasan cantik di dessert table.

Mainan-mainan seru seperti perosotan kolam raksasa dan perosotan-perosotan lainnya dari @toysrentkingdom juga memeriahkan suasana. Sepanjang acara, bocah-bocah tak henti-hentinya memanjat, loncat-loncatan, hingga main air di mini playground ini.

Bando-bando karakter hewan yang lucu-lucu dari @baby_young_ribbons mempercantik penampilan anak-anak ketika acara. Para bocah terlihat antusias memakai bando karakter burung hantu, kelinci, dan beruang yang sesuai dengan tema acara yaitu Woodland Party.

13231160_10154868211583047_1785547869_n
Backdrop photo booth dan bunting ulang tahun yang dicetak oleh @orenji.id juga mencuri perhatian peserta.

Kaos seragam anak-anak dari @goji_agogo terlihat nyaman dipakai anak-anak sepanjang acara.

Aktivitas kesenian dan prakarya untuk anak-anak yang diselenggarakan oleh @sanggarboni di bawah tenda besar yang adem berlangsung ramai. Hasil karya anak-anak kemudian dipajang di dinding dan dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Serunya lagi, di akhir acara kami kedatangan tante pesulap cantik @itsladydhiana yang memukau para bocah, ibu-ibu, dan bapak-bapak dengan atraksi-atraksinya.

Cake & Dessert Table
Dessert table tak kalah meriah dengan makanan dan minuman yang enak-enak banget. Brownies dan marshmallow pops dari @molla_st. Panacotta dari @abc.dessert. Chocolate chip cookies dari @aroemaniez. Thai tea dari @honesty_indo.

Puncak acara pun dimeriahkan dengan tiup lilin di atas tiga (ya, tiga!) kue ulang tahun dari @the_urbanmama. Selamat ulang tahun yang ketiga bocah-bocah Maret 2013!

Selain yang manis-manis, ada juga puyuh goreng mak nyus dari @warungenchin. Pempek lezat non-MSG dari @deeliciously_dee. Serta lasagna imut dari @cupcakeslasagna.

Dokumentasi
Acara ulang tahun ini juga didokumentasikan secara lengkap oleh dua tim yang hebat. Fotografi serta penjurian lomba foto oleh @geronimo_photography. Terimakasih Mas Bagus Kusuma, Mas Dimas Ambia, dan Mas Dhamak yang kompak!

Videografi dan pembuatan video teaser acara oleh @RumahSunatanID. Terimakasih Mas Ovy dan Mbak Messa yang selalu tersenyum ramah sepanjang acara!

Birthday Teaser No. 1

Birthday Teaser No. 2

Birthday Teaser No. 3

Event Organizers
Acara ini tentunya tidak mungkin sukses tanpa kerjasama yang solid dari tim panitia mama-mama March+ 2013 Birth Club yang kece-kece. Kebetulan mama-mama ini tergabung dalam dua event organizer yang handal dan terpercaya dalam mendesain acara spesial klien melalui @maple_eventplanner yang berbasis di Bandung dan @marchelebrate yang berbasis di Jakarta.

13217199_10153935501250073_4175522257415620519_o

Tak terlupakan, karakter, logo, dan teaser acara didesain oleh artist berbakat kesayangan kami @yona_yu. Juga MC multitalenta kita di hari itu, Buna @hananafajar.

Doorprize

Berkat dukungan dari berbagai sponsor, ibu-ibu dan anak-anak yang datang pada hari H masing-masing membawa pulang doorprize. Dimulai dari @bellncell_kidsbatik yang mengirimkan baju-baju batik anak yang lucu-lucu. Celana dan rok shibori anak dari @langitrinjani. Baju-baju anak perempuan dari @hananabyhf. Baju-baju anak yang keren dari @kenbiandthejuniors. Topi lucu dan voucher belanja dari @hunbunn_baby. Voucher belanja baju dari @goji_agogo.

Lalu @shakira.hijab dengan hijab instannya serta hijab pasangan ibu dan anak. Baju elegan yang ramah ibu menyusui dari @deemande_. Kain batik garut dari @restin_roobee. Bafin headwear dari @bafinstore. Sepatu ibu dari @kaykay_id.

Ada juga doorprize dari @nipponshopper berupa lunch bag dan pensil warna. Tumbler Star Wars dari @madeinsgp. Voucher free trial dari @littlemarchdaycare.

Aneka makanan sehat dan organik dari @gerai_s3hat. Voucher selai caramel dari @selaiku. Voucher belanja pempek dari @deeliciously_dee.

Mainan kereta kayu dari @jakartawoodentoys. Mini sliding books dari @babycanlearn. Arithmetic digital cards dari @bagasipanda. Mainan edukatif dari @kastilanakbayi. DIY creative art play box dari @menthilis. Mainan mobil balap dari @RumahSunatanID.

Wall art dari @keewee.id. Cute wall posters dari @kawaiiku.id.
Make up dari @kun1st_shop. Aromatherapy roll-on dari @organiclub.

Bantal, guling dan seprei Javan dari @ayahbunda_ yang menjadi hadiah bagi pemenang lomba foto.

Goodies
Peserta acara juga membawa pulang goodie bag berisikan aneka produk sponsor dan voucher belanja yang menarik.

Isian sensory bottle dari @kelontong_elok. Magnet kulkas boneka felt lucu dari @missya_syarah. Majalah AyahBunda dan Disney Junior dari @ayahbunda_. Cookies yummy dari @dapurbudar. Origami dari @rosaadelina. Growjar jamur dari @growboxbdg. Permen gummy vitamin dari @sohonatural #fitkomgummy.

13246111_10154868574688047_609349361_n

Voucher-voucher belanja dari @bogorwoodcraft@babycanlearn@menthilis@oilermomma, @kemalahomeliving, @kaykay_id, dan @nadi.yoga. Voucher potongan uang pangkal sekolah dari @sanggarboni. Voucher free yoga class dari @naturayoga.

Selain itu peserta acara juga dikirimkan e-voucher belanja oleh sponsor-sponsor berikut. Sewa mainan anak dari @toysrentkingdom. Kain-kain pewarna alam dari @langitrinjani. Sayuran organik dari @tantesayur. Pakaian etnik-nasionalis untuk perempuan modern dari @lmiraethnique. Baju anak perempuan dan ibunya dari @hananabyhf.

Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ulang tahun ketiga March+ 2013 Birth Club. Semoga bisa ikut meramaikan lagi acara-acara kami selanjutnya!

13243746_10153935615495073_3378103031133931853_o

Sponsor-sponsor di Balik Pesta Ulang Tahun Pertama Maret 2015 Birth Club

 

_MG_4748.JPG

Pesta ulang tahun pertama anak-anak Maret 2015 Birth Club TheUrbanMama.com telah diselenggarakan dengan meriah pada hari Sabtu, 2 April 2016. Berkat bantuan Mbak Carlin dari BalitaKita.com, kami mendapatkan pinjaman lokasi acara di ruang serbaguna Apartemen Kusuma Candra, Jakarta. Di awal acara Mbak Carlin juga memberikan presentasi yang menarik tentang produk gendongan anak i-angel, sterilizer u-pang, dan peralatan makan bayi brothermax. Peserta bisa bergantian mengujicoba dan memegang langsung produk-produk tersebut sepanjang acara.

Supaya bocah-bocah tidak bosan, disediakan juga kids corner yang diisi dengan mainan-mainan seru yang mengasah keterampilan motorik kasar serta kemampuan sosialisasi mereka. Mainan yang menjadi favorit anak-anak hari itu adalah perosotan-kolam tiup raksasa dari Toys Rent Kingdom yang diisi bola-bola plastik. Mobil-mobilan dan perosotan dari Toys Rent Kingdom juga digemari anak-anak sepanjang hari.

Acara ulang tahun juga dimeriahkan dengan push walker dan around-we-go activity station dari Tiga Balon Toys Rent.

Kemampuan motorik halus anak-anak juga dilatih ketika Sanggar Boni menggelar aktivitas menempel dan menabur menggunakan lem dan beras. Seru sekali melihat ekspresi wajah anak-anak yang tampak geli, kaget, bahkan terpesona ketika memegang tekstur licin lem dan tekstur kasar beras warna-warni. Beberapa diantaranya bahkan berlama-lama memainkan beras walaupun aktivitasnya telah usai.

 

Puncak acara, yakni tiup lilin, dimeriahkan oleh kue marshmallow raksasa dari Millie Cakery dan TheUrbanMama.com. Anak-anak dan ibu-ibu berkumpul mengelilingi kue sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dan Potong Kuenya, dilanjutkan dengan meniup lilin angka “1”. Yeay! Genap sudah anak-anak kami berusia setahun sekarang.

_MG_4756Kue TUM

Dessert table pun diisi dengan makanan dan minuman yang enak-enak dari berbagai sponsor. Mini klappertaart aneka rasa dari Paduzi Klappertaart menggoyang lidah dengan varian original cinnamon and raisin rum/no-rum, milo, oreo, dan marshmallownya.

_MG_4743

Brownies topping oreo dan keju dari June’s Kitchen legitnya bikin peserta sayang-sayang menghabiskannya.

_MG_4780

Mini-cheesecake-in-a-cup dari Cold Delight dengan aneka toppingnya yang yummy juga menjadi favorit di antara peserta acara.

_MG_4781

Custom made mini marshmallows dari Altasira dengan tulisan nama anak-anak yang berulang tahun juga tampil unik di dessert table.

Almond milk segar dari Teamo Mylk dengan varian rasa original dan green tea pun langsung ludes diminum peserta.

Teamo

Ibu-ibu peserta acara dibuat cantik dengan ikat rambut pita dari Baby Young Ribbons. Anak-anak perempuan pun mendapat headband cantik.

 

Aneka doorprize menarik dari sponsor-sponsor diperebutkan oleh ibu-ibu dan anak-anak menjelang akhir acara. Baju-baju anak stylish dari Kenbi and the Juniors. Baju, celana, dan hijab anak dari Hanana by HF. Baju-baju anak santai dari Kaos Anak Splash. Baju-baju anak dengan motif lucu dari Mboo Kids Wear. Swimdiaper dan topi anak dari Kado Lahir. Scarf ibu dan anak dari Langit Rinjani. Hijab dari Elde Official. Voucher sewa pompa ASI dari Lulabies Baby.

bukit cikoneng

Di akhir acara kami membawa pulang goodie bag raksasa dari sponsor. Tas ransel anak, botol minum, tempat makan, dan katalog produk dari Sophie Paris Indonesia. Beragam sayuran segar dari Bukit Cikoneng Farm. Aneka produk margarin dari Blue Band. Boneka Moon dan Brown dari Workshop Indo. Headband untuk anak perempuan dari Mamana Handmade. Sensory bottle dari Kelontong Elok. Kipas dari Tiga Balon Toys Rent.

Tidak terlupakan voucher-voucher belanja dari BalitaKita.com, Upang, Brothermax, iAngel, Tante Sayur, Dapur Organik, Langit Rinjani, dan L’Mira Ethnique.

Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk semua sponsor yang telah mendukung acara kami!

_MG_4755.JPG

Jangan lupa untuk mengecek profil para sponsor di akun Instagram masing-masing:
@the_urbanmama
@upang_id
@iangel_id
@brothermax_id
@kenbiandthejuniors
@hananabyhf
@langitrinjani
@kadolahir
@kaosanaksplash
@elde_official
@kelontong_elok
@toysrentkingdom
@workshopindo
@tantesayur
@blueband
@lulabies_baby
@mamana_handmade
@bukitcikonengfarm
@lmiraethnique
@baby_young_ribbons
@paduzi.klappertaart
@altasira
@teamo_mylk
@juneskitchenjkt
@coldelight
@sanggarboni
@tigabalon_toysrent
@sophie.paris.id
@mbookidswear
@dapurorganik

Sophie Paris Memeriahkan Ulang Tahun Bocah-bocah Maret 2015 Birth Club

_MG_4928 (1)Pesta ulang tahun pertama bocah-bocah March 2015 Birth Club TheUrbanMama.com yang berlangsung tanggal 2 April 2016 di Apartemen Kusuma Candra, Jakarta dimeriahkan oleh banyak goodies menarik dari sponsor. Salah satu sponsor yang mendukung acara kami adalah Sophie Paris Indonesia yang telah berbaik hati menyediakan 30 set tas ransel anak dari koleksi Sophie’s Kids (tas kupu-kupu untuk anak perempuan dan tas robot untuk anak laki-laki) beserta botol minum dan kotak makan dari koleksi Sunday – yang merupakan brand healthy living dari Sophie Paris Indonesia.

Selain goodies untuk anak-anaknya, Sophie Paris Indonesia juga memberikan katalog produk mereka yang menampilkan aneka pilihan fashion/beauty/home-living dengan harga terjangkau yang cocok untuk perempuan urban masa kini. Cakupan produk Sophie Paris sangat luas, dengan berbagai merek yang menawarkan produk untuk setiap kalangan usia, gaya, dan jenis kelamin.

sophie martin

Setelah membaca-baca beberapa lembar katalog Sophie Paris Indonesia, ternyata terdapat info mengenai peluang bisnis yang bisa dijalankan oleh para urban mama dengan cara bergabung sebagai Member. Cukup dengan modal awal Rp70.000 untuk membeli starter kit, Member bisa mendapatkan diskon 30% untuk pembelian produk Sophie Paris dan 20% untuk pembelian produk Sunday. Diskon inilah yang akan menjadi keuntungan Member jika menjual lagi ke pihak lain.

Tidak hanya itu, Member juga akan dibekali dengan beraneka macam training untuk meningkatkan skill jualan mereka, serta diberikan Reward dalam bentuk bonus uang tunai, gadget, trip liburan, dan bentuk-bentuk lainnya secara berkala.

Bisnis Sophie Paris ternyata mudah untuk dijalankan karena bisa dikerjakan di mana saja dengan waktu yang sangat fleksibel—apalagi saat ini Sophie Paris sudah meluncurkan mobile apps yang semakin mempermudah aktivitas bisnis para Membernya.

Jadi buat kamu perempuan urban masa kini yang piawai menggunakan gadget dan aktif di social media, ayo manfaatkan peluang Bisnis Sophie Paris dan petik manfaatnya. Bisnis model ini cocok bagi siapapun, baik ibu rumah tangga maupun ibu bekerja karena bisa dilakukan pada waktu senggang,. Tunggu apa lagi?

Sekali lagi, terimakasih Sophie Paris Indonesia!

_MG_4782.JPG

 

2016: Inilah Saatnya!

Setelah dua tahun lebih fokus mengurus kehamilanku, kelahiran kedua anakku, dan rumah tanggaku, perlahan-lahan aku mulai menyiapkan diri untuk melebarkan fokus bagi diriku sendiri!

Ya, tahun 2016 ini akan menjadi tahun di mana aku ingin mengembangkan pribadiku sesuai minat dan bakatku, mengejar target-target sederhana yang selama ini tidak sempat kulakukan karena sibuk mengurusi hal-hal lain, dan semoga bisa mewujudkan satu hal besar lainnya yang belum pernah berani kujajaki.

PW3_Read.Writ.png

Kumpulan kata pada gambar di atas adalah panduan sederhana untuk target-targetku di tahun baru ini.

Membaca lebih banyak buku dan berita. Selama ini aku bahkan tidak punya waktu dan tenaga untuk menyelesaikan satu novel saja. Melihat teman-temanku berlomba-lomba melahap novel dan saling bertukar bacaan sungguh memacuku untuk mulai giat membaca lagi. Bacaan pertamaku adalah A Casual Vacancy karya JK Rowling yang sudah berbulan-bulan menganggur di rak bukuku.

Menulis lagi! Ketika masih bekerja dan kuliah tiada hari tanpa diriku menulis sesuatu. Kali ini target kecil-kecilannya adalah kembali mengaktifkan blog pribadiku ini (yang terbengkalai sejak melahirkan anak pertamaku) sekaligus mendokumentasikan pencapaian atas target-target pribadiku di 2016. Target lebih besar adalah menulis tentang perkembangan hobi dan (calon) bisnisku di bidang celap-celup kain menggunakan pewarna alam, serta kisah-kisah perjalananku bersama anak-anak.

Travel lebih banyak ke tempat-tempat baru! Dengan adanya dua anak di bawah usia tiga tahun, otomatis hobi jalan-jalanku harus banyak diadaptasikan dengan kebutuhan mereka. Selama ini lebih sering batal jalan-jalan entah karena salah satu bocah sakit, kekhawatiran bahwa perjalanan yang jauh akan terlalu melelahkan bagi mereka, atau kedua orangtuanya sudah keburu kecapekan mengurusi anak-anak. Hahaha… Kini dengan semakin besarnya anak-anak aku bertekad untuk kembali menjalankan rencana jalan-jalan bersama keluarga.

Berjejaring dengan komunitas-komunitas baru. Sejak beraktivitas di rumah saja, aku seringkali merasa terisolasi dari dunia luar, hanya bisa chatting dengan teman-teman, jarang bisa bertemu langsung dengan sahabat-sahabat terbaikku. Baru-baru ini aku bergabung dengan kelompok arisan kompleks yang lumayan memperkenalkanku dengan ibu-ibu sekitar. Tapi aku juga ingin ikut workshop-workshop pengembangan diri atau peminatan yang selain menambah ilmu namun juga memperluas pergaulanku.

Memperluas rasa sayang dan kesabaranku terhadap anak-anak dan suami. Keluarga tetap nomer satu, pusat kehidupanku. Oleh karena itu perhatian utamaku bagi mereka tetap berjalan.

Terakhir, mengelilingi diriku dengan orang-orang yang inspiratif dan lingkungan yang mendukung; agar pembawaan diriku, suasana hatiku, dan pandanganku ke depan akan tetap positif.

Semoga semuanya bisa kumulai dan kujalani dengan konsisten di 2016 ini. Semangaaattt!!!

Daycare itu Bernama “Little March” — solusi penitipan anak di Bintaro-Serpong-BSD-Pamulang-Ciputat

IMG-20150804-WA0016Setelah melahirkan dua anak–si Lintang yang sekarang berusia 2 tahun 5 bulan, dan adiknya Bara 5 bulan–aku merasakan langsung susah senangnya mengurus anak sendiri.

Sejak memutuskan untuk menjadi full time mother alias ibu rumah tangga–sempat juga ada periode ketika aku menjalankan peran sebagai working from home mom–tantangan utama yang selalu dihadapi adalah bagaimana mengatur waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah sambil mengasuh anak. Syukur-syukur kalau masih ada sisa waktu dan tenaga aku bisa me time sejenak browsing internet, makan enak atau nyalon (yang terakhir ini jarang banget nih).

IMG-20150803-WA0018Ketika baru punya satu anak, terkadang aku memanfaatkan jasa penitipan anak harian di daycare dekat rumah. Dengan demikian aku bisa menikmati beberapa jam sendirian entah untuk belajar menyetir mobil, menggarap proyek sampinganku, kumpul dengan teman-teman, kencan berdua suami, atau sekedar menyelesaikan hal-hal kecil yang perlu dikerjakan. Bagiku, sungguh bermanfaat sekali jasa daycare itu. Andaikata aku menjadi pekerja kantoran sudah pasti kutitipkan anak-anakku ke daycare juga.

IMG-20150801-WA0019Menimbang pentingnya kualitas pengasuhan anak, namun ketersediaan pembantu rumah tangga/babysitter yang tidak berkelanjutan, maka keberadaan daycare menjadi sangat krusial bagi orangtua modern zaman sekarang.

IMG-20150804-WA0018Setelah bertemu dengan teman-teman senasib (baca: ibu-ibu yang memiliki anak balita seumuran Lintang) di forum birth club Maret 2013 TheUrbanMama.com, beberapa diantara kami sepakat untuk bareng-bareng membuka daycare di kawasan Tangerang Selatan.

Daycare itu kami beri nama “Little March”–mengikuti bulan kelahiran anak-anak kesayangan kami.

Foto fasilitas LMLittle March Daycare berlokasi di Grand Serpong 2 blok G/15, Ciater, Serua Raya, Tangerang Selatan. Daycare tersebut merupakan rumah dua lantai dengan fasilitas pengasuhan yang terpisah untuk bayi/infant (2 bulan – 1 tahun) dan balita/toddler (1 – 5 tahun).

Octopus activityLantai pertama memiliki satu kamar tidur berAC untuk toddler, ruang makan bersama, ruang bermain luas yang dilengkapi dinding papan tulis raksasa, serta kamar mandi yang didesain khusus untuk kenyamanan anak kecil.

Tempat tidurLantai kedua terdiri atas satu kamar tidur berAC untuk infant, ruang aktivitas, kamar mandi, serta balkon yang luas untuk rutinitas jemur pagi.

IMG-20150803-WA0012Faktor keamanan sangat diperhatikan di Little March Daycare, oleh karena itu bagian atas dan bawah anak tangga dipasangi safety gate, demikian juga antara wilayah dapur dengan area bermain anak. Selain itu infrastruktur CCTV juga dipasang dan bisa diakses orangtua anak secara online. Laporan kegiatan anak juga didokomentasikan untuk orangtua setiap harinya.

IMG-20150813-WA0014Menu sehat dan non-MSG juga telah dirancang khusus dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi bayi di atas usia enam bulan serta balita yang lebih besar.

IMG-20150813-WA0011Aktivitas di daycare dibuat variatif dan menarik, dengan fokus utama untuk mengembangkan keterampilan hidup melalui metode Montessori. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan melalui kegiatan bermain dan belajar seperti sensory play, locomotor play, dramatic play, gerak dan lagu, serta story telling. Sementara itu stimulasi perkembangan bayi dilakukan melalui aktivitas baby gym dan music for baby.

company details

Jadi bagi Bunda dan Ayah yang tinggal di kawasan Ciputat, Bintaro, BSD, dan Pamulang silakan berkunjung ke Little March Daycare untuk survey langsung lokasinya dan mendaftarkan anak Anda. Ada paket harian, bulanan, dan bahkan weekend care lho!

Follow Instagram @littlemarchdaycare dan lihat keseharian anak-anak melalui #ngintiplittlemarch.

Like Facebook page Little March Daycare.

Telepon, sms, whatsapp Little March Daycare di 0812 8120 6280.

Cari tahu mengenai program dan sarana yang kami tawarkan di website Little March Daycare.

Little March Daycare–pilihan terpercaya untuk pengasuhan anak Anda.

Periksa kehamilan di trimester ketiga

Memasuki usia kehamilan 28 minggu, aku kembali menjalani pemeriksaan USG rutin bulanan sesuai saran dokter di RS Carolus. Kali ini keluhan lama (yang sempat terjadi di trimester pertama) seperti tulang pinggul pegal-pegal kembali muncul. Perutku memang sudah semakin membesar dan memberat! Pipis pun sudah mulai tidak bisa ditahan lama-lama lagi.

Ternyata si kecil sudah berbobot 1,2 kilogram minggu ini, sedangkan aku 62 kilogram (total berat badanku hanya naik 5 kilogram sejak awal kehamilan). Kalau membandingkan perubahan berat badanku dengan teman-teman yang sama-sama hamil berbarengan denganku kok kayaknya beda jauh ya? Rata-rata ibu-ibu lainnya di usia kehamilan saat ini sudah naik 10-12 kilogram. Namun dokter tidak mengkhawatirkan perkembangan ini, karena berat badan bayi sudah sesuai dengan perkiraan normal.

Kalau dipikir-pikir aku mensyukuri saja perkembanganku sejauh ini karena toh tidak ada komplikasi apapun. Naik 5 kilogram saja sudah mulai berasa pinggang pegal-pegal dan nafas ngos-ngosan kalau jalan cepat atau naik tangga—apalagi kalau naik 10-12 kilogram ya? Nggak apa-apa deh segini juga, hehe…

Pada usia kehamilan 32 minggu, berat badan si bayi sudah naik menjadi 1,9 kilogram, sementara ibunya naik 3 kilogram menjadi 65 kilogram.

Pada kunjungan kali ini suamiku meminta dokter untuk memperdengarkan suara detak jantung si kecil menggunakan mesin USGnya. Namun karena hal itu tidak memungkinkan, dokterku justru mencarikan alat doppler yang berfungsi untuk mendengarkan suara di dalam perut. Detak jantung si kecil yang selama ini hanya bisa didengarkan oleh suamiku ketika menempelkan telinganya ke perutku, kini bisa kudengar jelas via si alat doppler. Kencang dan keras. Jauh lebih kencang daripada detak jantung orang dewasa. Sungguh menakjubkan.

Memasuki bulan ke-8 ini aku juga diminta menjalankan tes laboratorium untuk mengecek kandungan protein dalam urin (untuk memonitor gejala pre-eklampsia), kandungan glukosa, hepatitis, dll.

Periksa kehamilan lagi pada usia kehamilan 36 minggu, berat badan bayi naik drastis menjadi 2,8 kilogram, sedangkan ibunya naik menjadi 67,5 kilogram.

Hasil tes laboratorium tempo hari menunjukkan bahwa ada sedikit bakteri yang ditemukan di dalam urinku, namun dokter bilang jumlahnya tidak mengkhawatirkan, sehingga bisa diabaikan saja. Kondisi kesehatan lainnya secara umum normal dan sehat-sehat saja.

Si kecil terlihat makin membesar di dalam perut, dan ruang geraknya pun semakin terbatas. Walhasil gerakan-gerakannya terasa sekali, seperti kitikan jemari tangannya, tinjuannya, gerakan sikut dan dengkulnya, hingga tunggingan pantatnya yang membuat perutku terkadang berbentuk seperti kerucut… Hihihi…

Mulai minggu ke 37 aku sudah harus mulai periksa rutin seminggu sekali ke dokter kandungan. Pemeriksaan kali ini berat badan bayi naik menjadi 2,97 kilogram, sedangkan berat badan ibunya turun 0,5 kilogram. Kok bisa ya?

Aku disarankan untuk diet karbohidrat dan yang manis-manis untuk menjaga agar pertumbuhan berat badan bayi tidak terlalu drastis. Menurut dokter sebaiknya berat badan bayi berkisar antara 2,8 hingga 3,2 kilogram memasuki minggu ke 40, untuk memudahkan proses persalinan normal.

Menurut dokter, kontrol kandungan pada minggu ke 38 akan dilakukan pemeriksaan dalam untuk mengecek posisi bayi di dalam panggul. Namun ternyata kontrol terakhir itu tidak akan pernah terjadi karena pertemuan berikutnya justru dilakukan di ruang persalinan.

Berenang saat Hamil

Berenang mungkin satu-satunya olahraga yang benar-benar bisa kunikmati semasa hamil. Soalnya, jalan kaki keliling kompleks, walaupun murah dan mudah untuk dilakukan, nyatanya tidak nyaman bagiku—apalagi dengan banyaknya polusi kendaraan bermotor dan anjing-anjing yang berkeliaran.

Walhasil sejak usia kehamilan 20an minggu aku sudah membiasakan diri untuk berenang di kolam renang dekat rumahku. Terkadang berenang sendiri, seringkali ditemani ibuku, sekali dengan teman baikku. Awalnya aku berenang sebulan sekali, lama-lama dua minggu sekali, kemudian memasuki bulan terakhir kehamilanku tiap seminggu sekali.
Dokter kandunganku dan juga bidan instruktur senam hamilku justru menyarankan untuk sering-sering berenang agar melemaskan otot-otot kaki dan panggul. Gaya renang yang paling baik dan aman adalah gaya katak, pelan-pelan saja yang penting nyaman.

Ketika pertama kali berenang dengan perut yang sudah mulai membuncit, aku sempat harus menyesuaikan postur tubuhku untuk beberapa waktu. Maklum, perut rasanya ngambang di dalam air, jadinya aneh, hehe… Tapi lama-lama terbiasa juga, dan aku pun mulai menikmati gerakan renang yang pelan namun menyegarkan itu.

Si bayi di dalam perut juga tampak menikmati gerakan-gerakanku ketika renang—ia sering meliak-liuk seakan ikut berenang juga (dia memang dikelilingi air ketuban, kan!).

Terus terang berenang memang membuat tubuhku terasa lebih bugar dan pegal-pegal pun hilang. Pernah suatu ketika aku terpeleset di kamar mandi sehingga kedua kakiku hampir mendekati posisi split—selangkangan dan pinggul sempat nyeri beberapa hari setelahnya. Namun setelah dibawa berenang pelan-pelan, secara ajaib si nyeri langsung hilang. Mungkin memang ada baiknya olahraga low impact seperti renang ya pas hamil begini. Recommended banget deh!

Tapi paling sebel kalau pas berenang ada yang ngerokok di pinggir kolam (biasanya tukang jaga kolam renangnya), lalu asap rokoknya terhirup ketika kita sedang mengambil nafas. Pernah juga ada orang yang berenang gaya kupu-kupu dan membuat air di sekitarnya bergejolak besar sehingga membuatku terbatuk-batuk gara-gara tertelan air gelombangnya. Tenggorokan langsung gatal setelah meminum seteguk air kaporit itu. Kasihan si kecil di perut!

Namun usai berenang, hal yang paling kutunggu-tunggu adalah minum air kelapa ijo di warung seberang kolam renang. Tubuh terasa lebih segar lagi, walaupun harus buru-buru ke toilet untuk pipis setelahnya!

Menjadi Suami Siaga

Memainkan gitar untuk didengar si kecil di dalam perut

Memainkan gitar untuk didengar si kecil di dalam perut

Untunglah suamiku termasuk pasangan yang sangat mendukung proses kehamilanku sejauh ini. Ya iya dong, bikin anak kan tanggung jawab berdua, maka iapun ikut turun tangan mempersiapkan segala hal untuk menyambut si kecil. Tidak hanya dari segi materi, tapi juga dari segi persiapan mental dan psikologis (baik untuk diriku maupun dirinya).

Sejak awal ia sudah mencari tahu info-info mengenai kehamilan dan perkembangan janin. Seringkali ia membacakan info yang didapatkan via internet untukku. Kami berdua juga mengunduh aplikasi My Baby dari BabyCentre.com di handphone masing-masing—sebuah aplikasi gratis yang menjelaskan perkembangan tubuh ibu hamil dan janinnya dari minggu ke minggu. Kerap kali kami berdua menonton video perkembangan bayi tiap trimesternya yang dimiliki oleh aplikasi tersebut.

Suami juga sering curhat padaku mengenai tantangan berat yang ia hadapi sejak memutuskan untuk berhenti merokok. Ia menyadari betul bahwa keputusannya akan berdampak sangat baik untukku dan si janin, namun di lain pihak ia harus melawan godaan-godaan mental yang bisa menjerumuskan dirinya untuk mulai merokok lagi.

Ia bercerita bahwa ia kini bahkan membatasi pergaulannya di kantor dengan rekan-rekan kerjanya yang perokok. Sekarang pun ia sudah tidak tahan berlama-lama nongkrong di bagian smoking kafe atau restoran bersama kawan-kawan sepergaulannya. Namun yang paling memuaskan bagi dirinya adalah ketika usai rapat atau makan siang di kantor, ia sudah tidak memiliki dorongan lagi untuk keluar ruangan dan menghisap rokok seperti dulu.

Catatan Ayah Asi - buku favorit suami tentang parenting

Catatan Ayah Asi – buku favorit suami tentang parenting

Untuk perjuangan besarnya yang satu ini, aku selalu memuji dan berterimakasih padanya atas kekuatan mental melawan hawa nafsu ngudutnya. Akupun mendukung rencananya untuk menghadiahi dirinya sendiri dengan kado khusus apabila ia berhasil berhenti merokok hingga satu tahun. Nggak boleh protes kalau dia mau membelikan dirinya sebuah jam tangan mahal atau barang mewah lainnya. Dia berhenti merokok sudah merupakan hadiah terbesar untukku dan si kecil.

Untuk mendukung suami dalam persiapannya menjadi seorang ayah, kubelikan juga dia buku Catatan Ayah ASI dan Father’s First Year—keduanya ditulis dari perspektif para ayah. Ternyata dia suka banget dengan buku yang pertama karena menggunakan gaya bercerita gaul ala pria urban, penuh dengan gambar dan komik-komik lucu. Iapun menjadi lebih ngeh mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada si kecil nantinya dan mulai mencari-cari info tentang rumah sakit-rumah sakit yang mendukung kebijakan pemberian ASI, IMD serta rawat gabung. Untungnya RS tempat kami merencanakan proses persalinan nanti masuk ke kategori tersebut.

Selain itu, suami untungnya juga berminat mengikuti kelas-kelas laktasi dan parenting selama masa kehamilan ini. Kelas pertama yang diikutinya adalah konseling laktasi di RS Carolus Salemba untuk mempersiapkan kedua orang tua dalam memberikan ASI eksklusif. Kelas yang berlangsung kurang lebih dua jam ini dimulai dengan presentasi powerpoint yang komprehensif dari seorang dokter mengenai pentingnya ASI, bahaya susu formula dan juga dampak buruk pemakaian botol dot maupun kempeng. Dokter lainnya kemudian memberikan penjelasan dan praktek langsung tentang posisi menyusui yang baik, cara meminumkan ASI menggunakan cup feeder, bagaimana menyendawakan bayi, jadwal pemberian ASI yang teratur, cara memerah ASI menggunakan tangan, serta teknik pijat payudara untuk menjaga kelancaran stok ASI.

Cara membersihkan pantat bayi - salah satu materi kelas parenting yang menarik bagi suami

Cara membersihkan pantat bayi – salah satu materi kelas parenting yang menarik bagi suami

Kelas berikutnya yang diikuti suami bersamaku adalah kelas persiapan menghadapi persalinan, teknik hypnobirthing, serta cara merawat bayi baru lahir. Kelas ini berlangsung selama kurang lebih empat jam di RSIA Tambak. Sesi pertama dibuka dengan presentasi powerpoint yang dibawakan oleh seorang dokter kandungan (yang kebetulan juga dosen obstetri dan ginekologi di UI Salemba). Presentasinya menjelaskan tentang proses perubahan tubuh ibu dan perkembangan janin selama kehamilan, tahap-tahap persalinan normal, teknik-teknik yang umum digunakan untuk meredakan rasa sakit ketika persalinan, hingga kondisi-kondisi yang menyebabkan seorang ibu perlu menjalani persalinan caesar. Sesi kedua dibawakan oleh tim bidan dan praktisi-praktisi hypnobirthing yang mengajarkan teknik relaksasi serta cara memasukkan afirmasi positif yang dapat membantu ibu hamil untuk menghadapi proses persalinan dengan tenang. Memasuki sesi makan siang, peserta seminar langsung dibagikan nasi boks sambil memerhatikan praktek langsung cara memandikan, memijat, membedong, merawat tali pusat, serta memakaikan popok bayi yang dibawakan oleh seorang bidan.

Aku sangat bersyukur atas perubahan positif yang terlihat pada suamiku sejak masa kehamilanku ini: bela-belain bangun pagi di akhir minggu untuk mengikuti kursus-kursus persiapan menjadi orangtua, seringkali menelepon atau mengirim sms dari kantor untuk menanyakan kondisiku dan si jabang bayi, memainkan gitar untuk merangsang sensor pendengaran si kecil di dalam perut, dan mendongenginya tentang keseharian sang ayah dengan penuh mesra! Suamiku tercinta, ayah bayiku tersayang… We thank you and love you so much!

Senam Hamil…

Senam hamil menggunakan bantuan besi melintang di RS Carolus Salemba

Senam hamil menggunakan bantuan besi melintang di RS Carolus Salemba

Sejak lama aku sudah berniat untuk daftar kelas senam hamil, namun dokter kandunganku selalu menyarankan agar aku bersabar menunggu hingga usia kehamilan memasuki bulan ke-8. Setelah browsing sana-sini di internet, aku menemukan beberapa RS yang highly recommended oleh para bumil di Jakarta untuk dijadikan tempat senam hamil.

Yang pertama kudatangi adalah RSIA Tambak. Berhubung lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahku, dan biaya per kedatangannya tidak terlalu mahal (Rp35.000 sudah termasuk snack dan susu yang diberikan ketika senam berakhir) maka kuputuskan untuk mencoba salah satu sesi sorenya.

Ruang senamnya lumayan luas, dengan kasur-kasur tipis yang dilengkapi bantal empuk, dinding-dindingnya ditutupi oleh cermin panjang, dan kapasitas ruang yang mampu menampung kurang lebih 15 orang. Pendamping perempuan (ibu, kakak/adik/teman perempuan) diperbolehkan masuk ke dalam ruangan bersama bumil, namun pendamping laki-laki (suami) harus menunggu di luar.

Instruktur senamnya merupakan seorang bidan muda yang ramah dan informatif. Kami diajarkan beragam jenis pernafasan (dada, perut, iga), peregangan untuk mengurangi kram kaki, posisi mengejan yang efektif, hingga latihan untuk mengencangkan kembali otot-otot pasca melahirkan (payudara, perut, pinggul, selangkangan).

Musik instrumental yang diputar dari CD mengiringi semua gerakan senam kami, ditutup dengan sesi tanya jawab seputar kehamilan dan persalinan. Kue buah, susu coklat hangat, dan segelas air putih lumayan mengisi perut yang keroncongan seusai senam.

Namun suasana tenang yang didapat di dalam ruang senam langsung buyar ketika menginjakkan kaki keluar dari gedung RS: hingar-bingar kemacetan jam pulang kantor yang sukses membuatku kecapean ketika tiba di rumah 1,5 jam kemudian.

Lokasi senam hamil berikutnya adalah RS Sint Carolus Salemba, di mana aku biasa memeriksakan kehamilanku dan juga berencana untuk melahirkan nantinya. Aku memilih senam hamil rutin di Carolus karena berbeda dengan tempat lainnya yang hanya menawarkan jadwal kelas sesudah jam kantor atau akhir minggu, RS ini membuka kelas pada jam-jam kantor yang cenderung lebih sepi dan bebas macet (Senin dan Kamis pukul 11 siang). Berhubung pekerjaanku cukup fleksibel dari segi waktu, maka kuputuskan untuk mengambil kelas siang ini saja.

Posisi senam hamil untuk meregangkan nyeri tulang punggung

Posisi senam hamil untuk meregangkan nyeri tulang punggung

Paket senam hamil dimulai sejak usia kehamilan 32 minggu dan berlangsung setiap minggunya hingga lahiran. Berbeda dengan RS lainnya yang pada umumnya menawarkan paket senam hamil berdasarkan kuota kedatangan (misalnya satu paket = 4 kali senam), RS Carolus tidak membatasi jumlah kelas yang diikuti, selama usia kandungannya sudah mencukupi dan belum lahiran (ya iya laahh…) Paket senam hamil di RS Carolus ini dibanderol seharga Rp158.000.

Sejak usia kehamilan 32 minggu aku rutin mengikuti kelas hamil di Carolus yang dipimpin oleh seorang bidan ramah dan ceria bernama Ibu Hotma. Gerakan-gerakan yang diajarkan tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan di RSIA Tambak. Latihan pernafasan, memperbaiki postur pinggang dan panggul yang cenderung berubah dikarenakan beban kehamilan, mengurangi kram kaki, mengejan, hingga relaksasi. Khusus untuk latihan mengejan baru boleh dilakukan ketika usia kehamilan menginjak 36 minggu.

Ruang kelasnya lumayan kecil—maksimum muat 8 orang—walaupun pernah sekali waktu umpel-umpelan menampung 10 orang. Tidak ada musik pengiring selama senam, namun ibu-ibu biasanya disuguhi teh manis hangat seusai sesi relaksasi.

Di kelas senam hamil ini kutemui ibu-ibu hamil lainnya yang usia kandungannya tidak jauh beda denganku. Tiap minggunya ada saja ibu yang tidak muncul lagi di kelas dan dikabarkan sudah melahirkan, namun keberadaannya lalu digantikan dengan ibu baru yang usia kehamilannya masih muda.

Posisi mengejan yang bisa dibantu suami

Posisi mengejan yang bisa dibantu suami

Karena suami tidak boleh ikut masuk ke dalam ruang senam hamil, aku dianjurkan oleh bidan dan dokter untuk berlatih senam bersama suami di rumah. Untungnya suami mau diajak bekerjasama untuk mempelajari gerakan-gerakan senam yang menurutnya agak ajaib (“kempiskan perut, jepit bokong, lepaskan!”). Nanti kalau kontraksi sudah mulai mendera dan aku mulai kehilangan konsentrasiku, suami akan memegang peranan penting untuk mengingatkan posisi-posisi senam hamil yang perlu dipraktekkan untuk mengurangi rasa sakit.

Sekarang aku harus sering-sering berlatih mengejan, nih! Kata bidan teknik mengejanku masih salah (yang ketahuan dari mukaku yang memerah akibat mengejan dari leher), karena seharusnya mengejan yang efektif dilakukan layaknya seseorang yang sedang buang air besar yang SUPER BESAR!!! Hehehe… Oke deh, Sus…